Bagaimana Islam Memandang Sebuah Media…???

Era globalisasi adalah era yang memiliki kecepatan akses informasi yang luar biasa, hanya dengan sekali klik informasi diseluruh penjuru dunia bisa diperoleh. Tidak ada batasan bagi mereka yang ingiin mengetahui banyak tentang dunia ini. Informasi kesehatan, ekonomi, politik, budaya dan banyak lagi informasi yang bisa diperoleh dengan mudah di era ini.

Berbicara globalisasi tentu tidak akan terlepas dari yang namanya media. Karena media merupakan alat yang bisa membuat dunia berada dalam satu genggaman tangan. Bila tidak bisa mengendalikan diri maka akan terjerumus kedalam jurang dunia yang bisa membuat melupakan akhirat. Media juga berlaku sesuka hatinya, memuat berita yang terkadang menyudutkan suatu agama dan yang tersering adalah islam.

Sabtu (23/04/2016) di Mushalla Bukit Indah Kampus Universitas Malikussaleh LDK Al-Kautsar mengadakan sebuah Kajian Intens Seputar Islam atau yang disingkat dengan KANTIN SEPI dengan tema “Liberalisme Media dalam Pandangan Islam” bersama Bapak Awaluddin Arifin, S.Kom,. M.Kom.

Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB mendapat respon yang positif dari mahasiswa dibuktikan dengan banyaknya peserta yang mengikuti kajian tersebut.

Kajian ini diadakan karena melihat generasi muda saat ini yang sangat rentan terhadap media, tidak peduli apakah berita yang disampaikan benar atau tidak, bahkan 4 sampai 5 jam digunakan untuk berinteraksi dengan media. Baik itu melalui gadget, note book, maupun laptop. Selain itu, kajian ini juga bertujuan untuk menyadarkan pemuda bahwa media saat ini sangat liberal dalam menginformasikan berbagai hal.

Bagaimana Islam menyikapi fenomena ini? Ilmu ahlak mengatur dimensi-dimensi kehidupan sehari-hari sebagaimana konsep etika. Etika (ethic) berbicara tentang baik-buruk yang bersumber pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan sehingga dikenal ada etika Barat, etika Timur dan sebagainya. Sementara akhlakul karimah tidak mengenal konsep regional. Konsep baik buruk dalam akhlak bertumpu pada wahyu, meskipun akal juga mempunyai kontribusi dalam menentukannya. Praktik etiket dalam bahasa Arab disebut adab atau tata krama yang bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah.

Dalam hal penggunaan media, penyampaian informasi juga harus benar dan tidak memanipulasi berita sebagaimana yang diterangkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Hajj ayat 30 “…..dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.”

Jika dalam keseharian kita mengenal ungkapan “mulutmu adalah harimaumu” maka Islam telah memperingatkan tentang pertanggungjawaban atas segala hal, “Tidak ada satu kata yang diucapkannya, melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat) (QS. Qâf:18).

 

Departemen Syiar Ldk Al-Kautsar Unimal

Satu respons untuk “Bagaimana Islam Memandang Sebuah Media…???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s