UKM LDK Al-Kautsar// Agungkan Allah, Niscaya manusia akan mengagungkanmu


Departemen Syiar UKM LDK Al-Kautsar

Imam Syafi’i dilahirkan di kota Gaza Palestina 150H bertepatan dengan meninggalnya seorang ulama karismatik yaitu Imam Abu Hanifah, setelah usianya genap dua tahun ibundanya membawa Imam Syafi’i pergi ke kota Mekah untuk menyempurnakan hafalan Al-Qur’annya.

Setelah menyempurnakan hafalan imam Syafi’i berkeinginan kuat untuk mempelajari hadits-hadits Nabi kepada Imam Malik.

Seperti yang telah diketahui bahwa Imam Malik mengajar hadist Nabi di kota Madinah tepatnya di masjid Nabawi, sedangkan Imam Syafi’ tinggal di kota Mekah.Imam Syafi’i pun mencari informasi agar beliau bisa diterima oleh Imam Malik sebagai muridnya, karena Imam Syafi’i memandang imam Malik adalah sosok orang yang berlimpahkan ilmu bahkan ilmunya bagaikan hamparan laut yang tak bertepi.

“Dimana aku bisa menemukan seseorang yang bisa mengantarkanku untuk belajar kepada Imam Malik?”ujar Imam Syafi’i dalam hati.Kemudian beliau teringat kepada pemimpin kota Mekah.

Bersegeralah Imam Syafi’i pergi untuk menemuinya : “Wahai pemimpin kota Mekah, aku menginginkan surat pengantar darimu untuk imam Malik agar aku bisa diterima menjadi muridnya.”

Kemudian pemimpin Mekah menyetujuinya dan memberikan surat kepada imam Syafi’i :”Ambillah surat ini berikan kepada pemimpin kota Madinah, InsyaAllah ia akan mengantarmu kepada Imam Malik, karena aku tidak akan sanggup untuk berhadapan langsung dengan Imam Malik.”Setelah mendapatkan surat dari pemimpin kota Mekah, Imam Syafi’i bergegas pergi menemui pemimpin kota Madinah kemudian memberikan suratnya :”Wahai pemimpin kota Madinah, aku ingin belajar kepada imam Malik maka tolong antarkan aku kepadanya agar aku bisa diterima menjadi murid Imam Malik”.

Terdiam sejenak pemimpin kota Madinah setelah membaca surat tersebut kemudian berbicara :”Wahai anakku, Demi Allah andai engkau suruh aku untuk berjalan kaki dari Mekah ke Madinah lalu kembali lagi ke Mekah, itu lebih ringan bagiku daripada aku harus menghadap kepada Imam Malik”.

Dari sini dapat kita simpulkan bahwa wibawa Imam Malik yang sangat agung dan disegani oleh para pemimpin, sehingga perjalanan dari Mekah ke Madinah kemudian kembali lagi ke Mekah, lebih ringan bagi mereka untuk menempuhnya dengan berjalan kaki dibanding menghadap kepada Imam Malik.

Apakah kalian tahu seperti apakah Imam Malik?? Next ya….😁

Penulis : Ridho Anshori Sebayang (Ketua Kaderisasi UKM LDK Al-Kautsar 2021)

Editor : Tim Syiar UKM LDK Al-Kautsar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s